Skip to main content

Cacing Exitor

Hari ini (22/02) saya memberi ayam-ayam saya obat cacing, merknya cacing exitor produksi Medion. Total ada 18 (delapan belas) ayam yang sebelum makan pagi ini saya cekoki dengan kapsul pembasmi cacing tersebut. Ini adalah kali pertama pemberian obat cacing di Piara Farm.

Obat cacing ayam

Apakah ayam-ayam Piara Farm cacingan?

Sepertinya iya.

Tempo hari saya menyembelih seekor ayam gaok yang sudah cukup besar. Saat membersihkan bagian usus ayam ada (banyak) cacing panjang berwarna putih! Ngeri.

Saya baru memelihara ayam pada tengah tahun 2021. Baru sebentar. Dan hari ini kali pertama saya melihat cacing di dalam usus ayam.

Peristiwa cacing di dalam usus ‘mengguncang’ dan menyadarkan saya tentang perlunya memberi obat cacing.

So here we go!

Mulai hari ini saya akan memberikan obat cacing secara rutin bagi ayam-ayam di Piara Farm.

Oh ya, cacing exitor buatan Medion ini berbentuk kapsul. Satu kemasan berisi 10 kapsul. Dan setelah melihat aturan pakainya ternyata saya keliru.

Pagi ini saya memberi ayam-ayam saya satu kapsul cacing exitor. Ternyata, untuk ayam berusia lebih dari 6 minggu harusnya dua kapsul sekaligus. Benar-benar kesalahan pemula.

Oh ya, ini adalah artikel pertama di blog piara farm. Blog ini saya buat sebagai bahan recording untuk kegiatan peternakan di Piara Farm. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Produk Pertama

Produk pertama Piara Farm adalah anakan ayam kate. Menetas pada 21 Desember 2021 . Jumlahnya ada lima ekor. Indukan betinanya saya beli dari Kendal. Ayam kate berbulu putih dengan ekor berwarna hitam. Mirip dengan Ayam Kate Chabo Blacktail dari Jepang . Sedangkan indukan jantannya saya beli melalui forum jual beli facebook. Dari lima ekor anakan ayam kate itu tiga ekor mati. Tersisa dua ekor dengan jenis kelamin betina. Warna bulunya masih belum jelas benar. Entah mengikuti induk betina atau induk jantan yang dominan berwarna coklat keemasan. Saya tidak memisahkan anakan kate tersebut dari induknya. Akibatnya sampai saat ini (08/03/2022) si induk belum bertelur kembali. Saya ingin tahu berapa lama seekor induk betina mengasuh anak-anaknya sebelum kembali kawin dan bertelur. Sampai sekarang berarti sudah hampir tiga bulan si induk mengasuh anak-anaknya . Saya baca literatur proses pengasuhan bisa berlangsung sampai empat bulan. Saya punya satu lagi indukan betina kate. Sejak pertama be...

Recording

Blog ini adalah langkah saya melakukan recording di Piara Farm . Tujuannya agar manajemen ternak bisa dievaluasi. Metode pemeliharaan mana yang baik , pakan apa yang cocok , dan sebagainya.  Saat ini pakan menjadi perhatian utama saya di Piara Farm . Saya tidak tahu apakah pur BR99 produksi Mulia Harvest (salah satu komponen penyusunan ransum di Piara Farm) tidak cocok untuk ayam saya atau susunan ransumnya yang tidak seimbang? Entahlah. Ayam gaok yang saya pelihara dari kecil perkembangnnya lambat. Demikian juga dengan enam anakan ayam pelung yang saya datangkan dari Cianjur, terlihat nyilet (tulang dada terlihat jelas karena sedikitnya daging). Namun vonis di atas bisa jadi tidak akurat . Datanya tidak ada . Saya tidak pernah mengukur pertumbuhan berat ayam-ayam tersebut dari kecil. Saya tidak tahu berat saat ini dan berapa idealnya. Tanpa recording saya hanya bisa mengira-ira. Saat ini (05/03/2022) terdapat seekor babon ayam kampung yang sedang mengeram. Kelak setelah meneta...

Beli Katul

Hari ini (23/02) saya membeli bekatul (katul) 10 kilogram. Dapat setengah karung. Katul ini saya gunakan sebagai campuran pakan ayam di Piara Farm . Saya membelinya di penggilingan padi di jalan Raya Gunungpati daerah Mangunsari . Perkilonya saya beli dengan harga 5.000,- rupiah . Perihal katul ini saya ada sedikit cerita. Sebelum beli di penggilingan padi, dulu saya beli katul di toko pakan ternak. Harga perkilonya 3.000,- rupiah . Loh kok bisa lebih murah? Ternyata setelah menggeluti dunia perkatulan, katul ini berbeda-beda. Ada katul murni , ada juga katul campuran. Katul campuran? Ya, katul yang dicampur dengan sekam giling . Katul murni harganya lebih mahal daripada katul yang dicampur dengan sekam. Namun, kualitas nutrisinya jauh lebih baik dibandingkan dengan katul yang dicampur sekam tersebut. Saya jadi ingat dengan pakan fermentasi yang dulu pernah saya buat saat awal beternak. Salah satu bahan yang saya gunakan saat itu adalah katul seharga 3.000,- rupiah (saat itu ...