Saya punya jago ayam pelung. Warna bulunya dominan hitam kecuali bagian rawis leher yang merah kekuningan. Umurnya, kata si pemilik lama ayam tersebut, 10 bulanan. Saya memberinya nama Zamorano.
Zamorano membuat saya pusing dua minggu terakhir.
Masalahnya di pakan. Ayam jago yang saya gadang-gadang menjadi indukan di Piara Farm tersebut tidak mau makan.
Saya sempat tanya ke pemilik lama perihal pakan Zamorano. Katanya, nasi campur dedak. Saya sudah coba selama seminggu. Zamorano mogok makan. Ayam itu hanya mau mematuk beras merah yang saya taburkan di atas campuran dedak nasi.
Beberapa hari yang lalu kotoran Zamorano berwarna hijau cerah. Teksturnya encer. Berdasarkan referensi di internet hal itu menandakan penyakit, namanya berak hijau. Salah satu penyebabnya adalah telat pemberian pakan (lebih dari 10 jam).
Saya coba-coba menjadi dokter.
Selama 3 hari berturut-turut saya memberikan Trimezyn, obat berbentuk kaplet dari Medion. Sehari satu kaplet. Selain itu saya juga meloloh Zamorano dengan nasi hangat campur dedak.
Alhamdulillah.
Hari keempat kondisinya sepertinya membaik. Saya melihatnya dari bentuk dan tekstur kotoran yang mulai menggumpal. Warnanya juga tidak hijau segar lagi.
Untuk masalah pakan saya melakukan percobaan baru. Saya membeli pur 594 Charoen Pokhpand. Dan untuk pertama kalinya di Piara Farm Zamorano makan dengan lahap.
Saya tidak tahu bagaimana pengaruh pur ini ke performa Zamorano. Ada yang bilang pur membuat suara ayam pelung menjadi kasar dan rawan membuat ayam kegemukan. Namun, untuk saat ini sepertinya pur ini menjadi pilihan terbaik.
Comments
Post a Comment